JS-Portfolio

TRAILING STOP

TRAILING STOP

Good morning.

So far, so good.

Semua saham dalam JS-Portfolio menunjukan pergerakan positif. Dari 14 saham itu, ada 1 saham diantaranya menghasilkan triple-digit gain, 10 saham double digit gain. Tiga saham yang terakhir masuk di dalam portfolio, menunjukan kenaikan single digit gain.

Seperti sudah saya sampaikan, kenaikan seperti ini bukan merupakan kenaikan yang sering terjadi. Penurunan tajam sebelumnya, menjadi alasan mengapa recovery yang terjadi juga sangat tajam. Oleh karena itu, mengharapkan kenaikan seperti ini menjadi sebuah hal yang rutin, bukan merupakan harapan yang realistis. Namun demikian, landasan untuk menemukan perusahaan yang baik – di harga yang baik – dapat menjadi pedoman yang dapat diterapkan di berbagai kondisi pasar.

Untuk mereka yang menggunakan pedoman trailing-stop, saya hanya ingin mengulang prinsip dasar mekanismenya. Sesuai dengan profile dari masing-masing investor, Anda dapat menentukan sendiri berapa persen angka yang Anda dapat pergunakan di dalam trailing-stop ini, baik pada saat menginisiasi posisi, maupun setelah memiliki posisi. 

Angka yang digunakan untuk mengingatkan kembali mekanisme dari trailing-stop ini, hanya untuk memudahkan contoh saja. Bagi mereka yang tidak mau menggunakan trailing-stop, saya juga bisa mengerti. Namun apabila apa yang terjadi di pasar, masih membuat Anda harus terganggu, saya anjurkan untuk memakai trailing-stop. And move on.

Untuk contoh ini, kita ambil satu saham di BEI, dan satu non-BEI.

  1. Saham di BEI. BTN, dimasukan dalam JSP tanggal 18 Mei dengan harga Rp 750. Kita ambil contoh, bahwa maximum toleransi yang Anda tetapkan untuk satu saham adalah 30%. Untuk penentuan angka ini, bisa ditetapkan sendiri, sesuai toleransi masing-masing. Namun, saya menganjurkan pemakaian trailing stop di kisaran 25%-35%. Namun demikian, untuk jenis perusahaan komoditas – yang volatile – saya anjurkan memakai persentase lebih tinggi, 40%-50%. Selain itu, saya ingatkan juga untuk memakai position-sizing. Kembali ke contoh BTN, dimana kita memakai angka persentase 30% sebagai contoh, maka SETELAH kita membeli di harga Rp 750, kalau BTN jatuh di bawah harga Rp 525, kita akan langsung jual. No question asked.
  • Apabila setelah pembelian itu, harga BTN naik, maka otomatis trigger untuk trailing stop itu juga berubah. Pedoman harga 525 itu tidak lagi berlaku. Pedoman trailing-stop memakai CLOSING-PRICE tertinggi yang terjadi selama saham BTN masih berada di dalam JSP. Perhatikan kata CLOSING PRICE ini. Kita mengabaikan naik dan turunnya harga yang terjadi selama perdagangan, yang kita pakai adalah harga penutupan tertinggi. Dalam hal BTN ini, harga penutupan tertinggi sejak tanggal 18 Mei sampai hari ini di Rp 1,175. Jadi harga Rp 1,175 ini yang sekarang kita pakai sebagai referensi, bukan Rp 750 lagi. Dalam hal Closing Price sudah lebih tinggi dari harga beli, saya menganjurkan untuk memakai persentase traling stop lebih rendah dari yang kita pakai pada saat memulai pembelian. Dengan demikian, jika terjadi pembalikan harganya, kita masih dapat memperoleh keuntungan. Atau memperkecil angka kerugian. Untuk contoh BTN ini, saya menganjurkan untuk memakai angka 20% sebagai trailing stop, dari saham BTN yang sudah naik dari harga belinya. Dengan demikian, jika BTN turun kembali ke Rp 940 (80% dari harga tertinggi, Rp 1,175, atau turun 20% dari harga tertingginya), saham BTN itu langsung dijual. No question asked, dan Anda masih dapat menikmati gain 25%. Keuntungan 25% dalam waktu 3 minggu, bukan hal yang pantas dikeluhkan. Namun, jika BTN tidak turun ke harga Rp 940, Anda akan terus memegang saham BTN ini. Apabila closing price BTN di hari-hari berikutnya naik di atas Rp 1,175, maka Anda tentu menggunakan angka trailing stop yang baru. Jika highest closing price yang baru itu Rp 1,500, maka pedoman trailing stop menjadi Rp 1,200, dan demikian seterusnya. Anda hanya perlu waktu sekitar 5 menit di akhir perdagangan, untuk melakukan penyesuaian trailing-stop yang akan dipakai.
  • Dalam kasus non-BEI, kita bisa memakai saham Eurobank yang dimasukan dalam JSP di tanggal  20 Mei pada harga Euro 0,3060. Persentase trailing-stop untuk EUROB yang dipakai ketika mulai dimasukan, sama dengan BTN, 30%. Kalau EUROB turun ke harga Euro 0,2910, saham ini akan langsung dijual. No question asked.
  • Dengan mekanisme yang seperti BTN, kita melihat bahwa sejak saham ini dibeli, harga tertingginya sampai closing semalam di Athens Stock Exchange terjadi harga Euro 0,4316. Oleh karena harga EUROB ini sudah di atas harga belinya, maka persentase traling stop diubah. Tidak lagi 30%, tetapi 20%. Dengan pedoman ini, maka jika EUROB turun ke Euro 0,345, saham ini akan dijual. No question asked. Anda masih mendapatkan keuntungan 13%, dalam waktu 3 minggu. Angka yang masih lebih baik dari non-risk investment yang memberikan yield 1% dalam setahun.

Mekanisme trailing-stop ini, akan menghilangkan komponen emosi di dalam keputusan investasi Anda. Adanya referensi ini, juga membantu Anda untuk dapat lebih disiplin, karena ada pedoman yang dapat Anda pakai.

Trailing-stop akan mencegah terjadinya catastrophic loss – yang untuk sebagian disebabkan oleh pertimbangan emosional. Selain itu, dengan memakai trailing-stop ini Anda akan terus menunggangi the winner, dan mendapatkan keuntungan yang optimum. The winning-stock ini akan selalu berada di dalam portfolio Anda, sampai Anda memperoleh signal, dari pedoman trailing-stop, bahwa sudah waktunya Anda untuk merealisasikan keuntungan Anda.

Salam, 

Joeliardi

Ada tambahan catatan dari pihak Administrasi :

  1. Mohon maaf, jika masih ada permasalahan administrasi. Mereka yang sudah teregistrasi sebagai Subscriber di jsportfolio.id masih ada yang belum menerima e-mail lewat address jsportfolio2@gmail.com. Posting rekomendasi yang dikirim via e-mail kemarin, pada saat yang sama juga sudah bisa diakses di webpage jsportfolio.id oleh paid-subscribers. Untuk sementara, posting rekomendasi hanya akan dilakukan lewat webpage saja. Apabila ada paid-subscribers yang ingin memastikan, untuk bisa menerima e-mail, dapat mengirim kembali alamat e-mailnya ke jsportfolio2@gmail.com
  • Sebaliknya, ada juga mereka yang sebetulnya bukan Subscribers, tetapi menerima e-mail rekomendasi karena data mereka telah masuk pada saat Subscribe, tetapi belum menyelesaikan aspek administrasinya. Kami sudah memperbaiki hal ini, dan tidak akan terulang lagi.  
  • Karena masih banyaknya pertanyaan, berikut ini adalah tahapan untuk menjadi Subscribers di jsportfolio.id : 1) Klik Subscribe di webpage jsportfolio.id, 2) Isi data, dan lakukan pembayaran. 3) Kirim konfirmasi pembayaran ke e-mail jsportfolio2@gmail.com atau WA 0811822622. 4) Setelah konfirmasi pembayaran kami terima, kami akan mengaktifkan Subscriber Account untuk dapat mengakses JS-Portfolio.
%d bloggers like this: