PERSPEKTIF 26 JUNI 2020

PERSPEKTIF 26 JUNI 2020

Sejak kedatangan Covid-19, dinamika pergerakan di pasar ditentukan oleh tarik-menarik antara The Uncertainty (sebagai dampak Covid-19) dengan response berupa kebijakan moneter dan stimulus fiskal. 

Mantra Fed “whatever it takes”, seperti disampaikan dalam beberapa Perspektif terdahulu, menempatkan response kebijakan moneter dan stimulus fiskal ini sebagai “The Known Factor”. Bahkan skala response yang dilakukan saat ini, tidak pernah terjadi sebelumnya. 

Meskipun dengan skala, instrumen dan mekanisme yang berbeda, apa yang dilakukan Fed serta pemerintah Amerika ini, dilakukan juga oleh negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Dengan pasar yang berlangsung setiap saat, pasokan informasi terkait The Uncertainty dan The Known Factor, memberikan indikasi ke mana arah pasar akan bergerak.

Pergerakan pasar dalam jangka pendek ini – meskipun (atau karena?) tidak ada yang tahu – menjadi magnit utama mayoritas pelaku pasar. 

Ketika The Uncertainty datang, berbagai pasar dunia berjatuhan, yang berlangsung dengan cepat dan berskala besar. Volatility Index/VIX dan CDS (untuk Indonesia) angkanya melambung tinggi.

Munculnya Response/The Known Factor di pasar bisa mengendalikan The Uncertainty. Penurunan pasar yang disebabkan The Uncertainty, mencapai titik nadirnya di bulan Maret. Pembalikan dari titik nadir itu, berlangsung cepat, dan dengan angka yang besar, sama halnya seperti ketika terjadinya koreksi. 

Namun, terjadinya pembalikan ini tidak berarti The Uncertainty sudah hilang. Sampai sekarang, masih belum ditemukan vaksin maupun obat untuk Covid-19.

“Pertandingan” antara The Known Factor vs The Uncertainty ini, masih akan terus berlangsung.   

Pasokan informasi tentang The Uncertainty – statistik terakhir tentang kenaikan korban Covid-19, potensi datangnya gelombang kedua yang bisa menghambat reopening – akan berhadapan dengan response apa yang akan dilakukan The Known Factor ini. 

Apa yang terjadi di BEI pada hari Rabu, 23 Juni , misalnya, bisa dipakai sebagai ilustrasi tentang tarik-menarik ini. Pengumuman pemerintah, yang akan menempatkan dananya di Bank BUMN, menjadi pendorong utama kenaikan saham-saham Bank BUMN. The Known Factor, untuk sementara, mengambil-alih statistik kenaikan angka korban Covid-19, yang menjadi elemen The Uncertainty.

Apa yang terjadi semalam di Wall Street juga menunjukan fenomena yang sama. Di awal-awal perdagangan, kekhawatiran akan datangnya gelombang kedua coronavirus, meningkatnya statistik korban di Texas dan Florida, mendominasi pasar. Tambahan informasi tentang jobless claim yang mencapai sekitar 1.5 juta, juga memperbesar tekanan itu.

Ketika The Known Factor datang – membawa kabar relaksasi sejumlah regulasi di sektor perbankan, hanya dalam 1 jam terakhir perdagangan index S&P 500 yang masih negatif, berbalik positif dan bisa mencatat kenaikan 1.1%. Seperti dilaporkan Bloomberg, relaksasi ini akan dapat “membebaskan” kebutuhan margin yang harus disediakan perbankan sebesar $ 40 Milyar. Adanya pembebasan ini, menghasilkan pasokan peluru baru untuk sektor perbankan. Tidak heran, ketika perdagangan ditutup, sektor perbankan mencatat angka kenaikan yang lebih tinggi (2.7%) dibandingkan kenaikan index S&P 500.

Seorang Fund Manager, lewat e-mailnya tadi pagi, menyampaikan apa yang menjadi observasinya : “Ada beberapa Algorithmic Traders yang menggunakan headlines sebagai indikatornya. Kata “Covid-19 spiking” misalnya, menjadi trigger mesin trading-nya melakukan transaksi.

Observasi ini, bisa menjadi salah-satu alasan, mengapa naik turunnya harga di bursa sangat besar serta berlangsung cepat.

Namun, tentu hal semacam ini hanya relevan untuk mereka yang lebih mengutamakan pergerakan harga di bursa, sebagai perhatian utama- nya. Tarik-menarik ini antara The Uncertainty dan The Known Factor, akan mewarnai pengambilan keputusannya.

Dalam perspektif jangka panjang, injeksi likuiditas serta tingkat bunga yang mendekati 0 (yang ditawarkan non-risk assets, seperti Treasury), akan membuat risk-asset (saham perusahaan yang bisa meningkatkan EPS-nya) menjadi pilihan yang lebih menarik.  

Terjadinya penurunan harga saham – ketika elemen The Uncertainty mengambil-alih headlines dari The Known Factor – akan menjadi pintu masuk untuk mendapatkan perusahaan yang baik, di harga yang baik.

Apa yang disampaikan oleh Buffett pada RUPS Berkshire di bulan Mei,  menggaris-bawahi hal ini : “You’re going to get a fine result, if you own equities (stocks) over a long period of time”.

BEI

Investor asing sepanjang hari perdagangan kemarin, masih melakukan Neto penjualan senilai Rp 528 Milyar. Dengan demikian, secara Year- To-Date, investor asing masih mencatat angka Neto Penjualan Rp 13.4 Trilyun.

Penurunan yang terjadi di BEI kemarin, ditandai dengan nilai transaksi yang relatif rendah (Rp 6.5 Trilyun), dibanding dengan angka transaksi yang terjadi hari sebelumnya, ketika bursa mengalami kenaikan.

Peningkatan nilai transaksi yang besar – saat harga saham mengalami kenaikan – serta mengecilnya nilai transaksi – ketika pasar mengalami penurunan – dapat merupakan indikasi bahwa proses kenaikan harga di pasar, masih akan berlanjut.

Terjadinya kenaikan harga di pasar, tentu akan semakin memperkecil jumlah saham yang menarik untuk dimasukan kedalam portfolio. Ada baiknya, untuk menunggu tambahan informasi yang dapat ditunjukan oleh perusahaan-perusahaan di BEI pada Kwartal ke-II ini. Meskipun, sekali lagi, elemen The Uncertainty serta The Known Factor akan tetap mewarnai perilaku pasar.

Di luar BEI, saya mengharapkan hari ini – selambat-lambatnya besok – informasi menarik tentang sebuah perusahaan yang listed di LSE, akan saya posting di webpage.

Perusahaan ini memiliki trophy-assets di kawasan West End, London. Bahkan untuk standar London, properti yang dikuasai oleh emiten ini merupakan Triple-A location.

Ambruknya harga properti di London sejak tahun 2015, yang sampai sekarang belum pulih, memberikan peluang untuk membeli sahamnya dengan diskon sekitar 47% dari NBV. 

Langkah yang dilakukan perusahaan ini sekitar 2 minggu lalu,  semakin menambah daya tarik perusahaan ini untuk dimasukan kedalam JSP.

Stay tuned.

Salam,

Joeliardi Sunendar  

Published by Joeliardi

Investor, Author.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: